Pemrograman Sistem Penangkal Petir Eksternal Pada Gedung Bertingkat Berbasis Java
- account_circle abel
- calendar_month 23 June 2026
- visibility 55
- comment 0 komentar
Penelitian ini mengusulkan aplikasi untuk mendesain sistem proteksi petir eksternal berbasis bahasa pemrograman java. Aplikasi ini menggunakan standar NFPA 870 untuk mengetahui taksiran resiko petir . Standar IEC 1024-1-1 dan SNI 03-7015- 2004 digunakan untuk menentukan lokasi penangkal petir. Metode bola bergulir digunakan untuk mengetahui zona proteksi petir. Data input pada aplikasi ini berupa jenis gedung, struktur gedung, lokasi gedung, topografi, penggunaan dan isi bangunan, isokeraunik level, hari guruh pertahun, panjang, lebar, tinggi dan luas gedung. Keluaran dari aplikasi ini adalah taksiran resiko, tingkat proteksi, jumlah penangkal petir, jari-jari bola bergulir dan sudut proteksi. Daerah zona proteksi petir
dengan metode bola bergulir digambarkan menggunakan aplikasi AutoCad. Studi kasus yang diambil adalah gedung OPI Mall Jakabaring dan gedung Rektorat Universitas Lampung. Hasil perhitungan manual dan output program, yaitu : taksiran resiko, tingkat proteksi, jumlah penangkal petir, jari-jari bola bergulir dan sudut proteksi menunjukkan hasil yang sama. Area zona proteksi yang digambar menggunakan AutoCad menunjukkan bahwa kedua gedung terlindungi dari sambaran petir.
- Kajian Pustaka
Penelitian mengenai kebutuhan proteksi petir eksternal pada gedung bertingkat telah banyak dilakukan, namun masih terbatas pada perhitungan satu gedung dan dilakukan secara manual. Penelitian-penelitian sebelumnya yang telah dilakukan
berdasarkan jurnal dan skripsi sebagai berikut :
Penelitian mengenai evaluasi sistem proteksi petir eksternal pada gedung Widya Puraya, kampus Undip Tembalang pada jurnal “Sistem Proteksi Penangkal Petir Pada Gedung Widya Puraya”, dimana gedung ini berada pada lokasi dengan tingkat hari guruh 128 hari guruh tiap tahun [1].
Setelah dihitung berdasarkan standar IEC 1024-1-1 diperolah bahwa gedung tersebut membutuhkan sistem proteksi dengan efisiensi 0,872 atau level proteksi 4, karena memiliki level proteksi 4 maka sudut proteksi yang didapat sebesar 45°. Sehingga penangkal petir eksternal di gedung Perpustakaan UNDIP belum dapat melindungi gedung Widya Puraya yang berjarak puncak tertingginya 50,5 meter (lebar jalan 8 meter) dari gedung perpustakaan [1].
Penelitian selanjutnya pada jurnal “Design Technology for an External Lightning Protection System for a Telecommunications Building” menjelaskan mengenai kebutuhan suatu gedung terhadap sistem proteksi petir dan bahaya dari sambaran petir itu sendiri. Selain itu jurnal ini juga menjelaskan mengenai perancangan sistem proteksi petir eksternal [2].
Kemudian penelitian pada jurnal “Perancangan instalasi penangkal petir eksternal gedung bertingkat (Aplikasi Balai Kota Pariaman) berhasil merancang sistem proteksi petir eksternal gedung bertingkat. Untuk menghitung perencanaan penangkal petir eksternal hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tingkat proteksi berdasarkan Persamaan 2.3 dengan menggunakan standar PUIP. Selanjutnya menentukan penangkal petir. Proses pemilihan penangkal petir berdasarkan sistem franklin dengan menetapkan terlebih dahulu tinggi finial sebesar 30 cm. Sehingga diperoleh luas daerah proteksi sebesar 32,15 m2 [3].
Kemudian penelitian pada jurnal “External Lightning Protection System for Main Office Building in the Area with High Lightning Density” berhasil mendesain sistem proteksi petir eksternal pada gedung yang berada pada daerah Subang, Jawa
Barat. Perancangan sistem proteksi ini didasarkan pada standar IEC 1024-1-1 kemudian setelah itu akan digambarkan area proteksinya dengan menggunakan metode bola bergulir [4]. Kemudian penelitian pada jurnal “Analisa Pemasangan Penangkal Petir Pada Gedung OPI Mall Jakabaring Palembang”. Penelitian ini berhasil membuat taksiran resiko dengan menggunakan standard PUIP, berdasarkan PUIPP diperoleh bahwa gedung OPI Mall sangat membutuhkan sistem proteksi petir. Selain mengitung taksiran resiko sambaran petir, pada penelitian ini juga menghitung jumlah penangkal petir yang dibutuhkan dan penempatan penangkal petir dengan menggunakan 4 metode yaitu sudut proteksi, bola bergulir, zona proteksi razevig, dan metode ESE (Early Streamer Emission) [5].
Agen kami siap membantu Anda mendapatkan solusi sesuai kebutuhan Anda!

Rian
Saat ini belum ada komentar